PSN Mempercepat Kemandirian Papua dalam Kerangka Pembangunan Nasional
Oleh: Samuel Yikwa )*
Program Strategis Nasional (PSN) di Papua merupakan manifestasi nyata kehadiran negara dalam memastikan pembangunan yang merata, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat hingga ke wilayah paling timur Indonesia. PSN dirancang sebagai instrumen kebijakan strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi Papua melalui penguatan infrastruktur, pengembangan kawasan pangan, serta peningkatan konektivitas antarwilayah. Dalam kerangka besar pembangunan nasional, Papua ditempatkan sebagai bagian penting dari masa depan ketahanan pangan dan ekonomi Indonesia, sekaligus simbol komitmen pemerintah dalam menghapus kesenjangan pembangunan antarwilayah.
Pelaksanaan PSN di Papua membawa optimisme baru bagi masyarakat lokal. Pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, sarana logistik, dan fasilitas pendukung ekonomi menjadi fondasi utama dalam membuka isolasi wilayah dan memperlancar distribusi barang serta hasil produksi. Akses yang semakin baik mendorong efisiensi biaya, memperkuat aktivitas ekonomi rakyat, serta menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif. Dengan infrastruktur yang terintegrasi, Papua tidak lagi diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkan sebagai simpul pertumbuhan baru yang strategis dalam perekonomian nasional.
Dalam konteks ketahanan pangan, PSN di Papua memiliki peran vital. Pengembangan kawasan pangan skala besar menjadi langkah antisipatif pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan jangka panjang. Papua dengan sumber daya alam yang melimpah dan ruang pengembangan yang luas dinilai memiliki potensi besar untuk menopang kebutuhan pangan nasional. Upaya ini sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah, sehingga masyarakat Papua tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar wilayah.
Papua Pegunungan menjadi salah satu contoh konkret bagaimana PSN diterjemahkan ke dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. Percepatan PSN sektor pangan di wilayah ini telah menjadi motor kebangkitan ekonomi lokal, penguat ketahanan pangan, sekaligus pembuka lapangan kerja baru. Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan memastikan bahwa PSN berjalan sesuai rencana dan terintegrasi dengan kebutuhan daerah, termasuk melalui pembukaan lahan persawahan seluas 800 hektare di kawasan Tulem, Distrik Witawaya, Kabupaten Jayawijaya.
Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol menegaskan bahwa kawasan Tulem memiliki posisi strategis karena berada di pusat aktivitas ekonomi masyarakat Wamena. Ia memandang pengembangan persawahan di wilayah tersebut sebagai bagian penting dari skema besar PSN yang dirancang untuk menjadikan Papua Pegunungan sebagai sentra produksi pangan baru. Menurutnya, Kabupaten Jayawijaya ditargetkan memiliki sekitar 2.000 hektare persawahan yang tersebar di sejumlah distrik, sehingga mampu menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
Ones Pahabol juga menekankan bahwa PSN sektor pangan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menghidupkan kembali sejarah dan jati diri masyarakat pegunungan. Wamena pernah dikenal sebagai lumbung padi di Papua beberapa dekade lalu, dan semangat tersebut kini dihidupkan kembali melalui PSN. Dengan stok beras yang kuat dan mandiri, Papua Pegunungan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.
Keberpihakan negara terhadap rakyat tercermin dalam skema pengelolaan lahan PSN di Papua Pegunungan. Pemerintah memastikan bahwa tanah tetap menjadi milik masyarakat, sementara negara hadir sebagai fasilitator pembangunan ekonomi. Pendekatan ini menegaskan bahwa PSN dijalankan murni untuk kepentingan rakyat, tanpa menghilangkan hak masyarakat adat atas tanah dan ruang hidupnya. Dengan model ini, pembangunan berjalan seiring dengan penghormatan terhadap nilai-nilai lokal dan kearifan masyarakat setempat.
Dukungan teknis dan kebijakan terhadap PSN juga disampaikan Kepala Dinas Pertanian Papua Pegunungan Petrus Wenda. Ia menilai PSN sektor pangan sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi daerah karena memberikan kepastian anggaran, pendampingan teknis, dan kesinambungan program. PSN diposisikan sebagai investasi jangka panjang yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kapasitas petani lokal, serta menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan di Papua Pegunungan.
Lebih dari itu, PSN memberikan dampak ekonomi berganda yang signifikan. Proses pembukaan lahan dan pengelolaan persawahan menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar, termasuk generasi muda Papua. Keterlibatan anak-anak muda sebagai operator alat berat dan tenaga lapangan tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga meningkatkan keterampilan dan daya saing sumber daya manusia Papua. Dalam jangka panjang, mereka dipersiapkan menjadi tenaga terampil yang mampu berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan.
Pemerintah daerah terus mendorong percepatan pelaksanaan PSN agar proses tanam dan produksi pangan dapat segera dilakukan oleh kelompok tani. Percepatan ini dinilai penting agar manfaat PSN dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat dalam waktu yang relatif singkat. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, PSN dijalankan secara terukur, terencana, dan berorientasi pada hasil.
Secara keseluruhan, PSN di Papua mencerminkan strategi pembangunan nasional yang progresif, inklusif, dan berkeadilan. Program ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya menyeluruh untuk membangun kemandirian ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua. Dengan komitmen pemerintah yang konsisten serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, PSN diyakini menjadi fondasi kuat bagi masa depan Papua yang lebih sejahtera, mandiri, dan bermartabat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
)* Analis Kebijakan Publik Asal Papua
Post Comment