×

Perluas Jangkauan, CKG Bisa Diakses Tanpa Menunggu Ulang Tahun

Jakarta- Pemerintah terus memperluas pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) agar dapat diakses masyarakat secara lebih fleksibel. Ke depan, layanan skrining kesehatan tersebut tidak lagi terikat pada momentum ulang tahun, sehingga masyarakat dapat melakukan pemeriksaan kapan saja sesuai kebutuhan.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari mengatakan, perubahan mekanisme tersebut dilakukan agar masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama untuk memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan.

“Persoalan skrining CKG. Pertama yang kami ketahui skrining itu tidak lagi sekarang terikat kepada hari ulang tahun. Jadi ini kapan bisa,” kata Qodari.

Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat deteksi dini penyakit sekaligus memperluas cakupan penerima manfaat program kesehatan preventif nasional. Pemerintah menilai, akses yang lebih fleksibel akan membantu masyarakat mendapatkan tindak lanjut medis lebih cepat apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan.

Menurut Qodari, hasil pemeriksaan kesehatan nantinya juga akan langsung ditindaklanjuti apabila ditemukan indikasi penyakit tertentu. Dengan begitu, penanganan dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu periode pemeriksaan berikutnya.

“Yang kedua hasil skrining langsung ditindaklanjuti. Jadi tidak harus menunggu tahun depan atau giliran tahun depan. Terlalu lama nanti kalau tahun depan kalau ada masalah-masalah,” jelasnyanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Andi Saguni mengatakan pemerintah saat ini tengah memperluas pendekatan pelaksanaan program demi mengejar target penerima manfaat pada 2026.

“Jadi kita harus mencapai target yang memang sudah kita setting. Seperti contoh 132 juta tahun ini. Kita tidak hanya terpaku dengan ulang tahunnya saja, tetapi penjangkauan kepada target tersebut,” ujar Andi.

Ia mengatakan, pemerintah ingin memastikan layanan CKG dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah, termasuk kelompok yang selama ini belum rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

Andi menilai fleksibilitas pelaksanaan program menjadi penting karena tantangan kesehatan masyarakat saat ini semakin kompleks, terutama terkait meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi.

Dengan skema baru yang lebih fleksibel, pemerintah optimistis partisipasi masyarakat dalam program CKG akan terus meningkat seiring semakin mudahnya akses pemeriksaan kesehatan di fasilitas layanan kesehatan seluruh Indonesia.

Post Comment