AMANAH Resmi Relaunching, Fokus pada Hilirisasi dan Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif Aceh
Aceh Besar – Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) resmi memulai babak baru melalui momentum Relaunching dengan semangat “Restart and Rise”. Langkah strategis ini mempertegas posisi AMANAH sebagai motor penggerak hilirisasi di sektor ekonomi kreatif dan komoditas lokal, selaras dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dalam sambutannya menekankan bahwa kehadiran AMANAH merupakan implementasi nyata dari Asta Cita poin ke-3 dan ke-5. Fokus utamanya adalah peningkatan kualitas SDM melalui pengembangan industri kreatif serta penciptaan nilai tambah ekonomi lewat hilirisasi.
“Hilirisasi yang kita dorong bukan hanya di sektor tambang, tetapi juga industri kreatif. Kita ingin melihat produk fashion, parfum, hingga film asing bertransformasi menjadi karya lokal yang berkualitas global. AMANAH adalah wadah untuk mewujudkan hal tersebut di Aceh,” ujar Teuku Riefky.
Sejalan dengan visi tersebut, Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Saifullah Muhammad, menjelaskan bahwa fokus utama gerakan ini adalah memberikan nilai tambah nyata pada komoditas unggulan daerah. Salah satu terobosan konkret yang dihadirkan adalah penerapan teknologi molecular distillation and fractionation untuk pemurnian minyak nilam.
“Selama ini kita berhenti di komoditas mentah. Dengan teknologi ini, minyak nilam kita masuk ke grade kosmetik dan parfum. Jika ini berjalan, maka hilirisasi benar-benar terjadi di dalam negeri, dari bahan baku hingga produk akhir. Ini akan menjadi gerakan ekonomi yang sangat besar,” jelas Saifullah.
Saifullah menambahkan bahwa AMANAH telah menyiapkan fasilitas pendukung mulai dari rumah kemasan hingga studio fotografi produk untuk meningkatkan daya saing UMKM.
“Kami ingin produk mereka tidak hanya bagus secara kualitas, tetapi juga siap masuk pasar dengan standar tinggi. Kami mendorong pemuda Aceh untuk mampu berkompetisi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di level global,” pungkasnya.
Pemerintah Provinsi Aceh turut memberikan dukungan penuh dengan menjadikan Gedung AMANAH sebagai pusat kolaborasi lintas sektor atau hub bagi ekosistem pentahelix.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dalam sambutannya menekankan bahwa fasilitas ini harus menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Pendekatan berbasis kerja sama yang diusung melalui AMANAH dinilai mampu memberikan dampak nyata dalam menjawab tantangan sosial ekonomi, termasuk membantu mengurangi pengangguran dan kemiskinan di Aceh melalui program yang lebih terarah,” tutur Muzakir.
Ke depan, AMANAH akan mengedepankan pendekatan social enterprise yang menggabungkan pelatihan kapasitas diri dengan penguatan ekosistem bisnis.
Transformasi ini menjadi sinyal kuat bahwa sinergi antara pusat dan daerah dalam bingkai Asta Cita dapat mengakselerasi lahirnya generasi muda Aceh yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing global.



Post Comment