Ă—

Tokoh Adat Papua: Aksi OPM Tembak Warga Sipil Tak Manusiawi

JAKARTA — Tokoh adat Papua mengecam aksi penembakan terhadap warga sipil di Distrik Muliama yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata. Aksi tersebut dinilai tidak manusiawi dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan serta upaya menciptakan keamanan dan kedamaian di Tanah Papua.

Ondoafi Kampung Sabron Yaru, Nikodemus Yaboisembut, mengutuk aksi penembakan terhadap tiga warga sipil di Distrik Muliama. Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap masyarakat tidak dapat dibenarkan karena masyarakat sipil seharusnya mendapatkan perlindungan dan rasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Nikodemus menilai kehadiran pemerintah dan aparat di Papua pada dasarnya bertujuan membantu masyarakat melalui berbagai program pembangunan dan pelayanan. Karena itu, ia mengajak para tokoh adat untuk menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan yang baik antara masyarakat dan pemerintah.

Ia menegaskan bahwa tokoh adat memiliki peran strategis dalam menjaga situasi keamanan di lingkungan masyarakat. “Kami mengutuk aksi penembakan tersebut karena tidak manusiawi. Aparat pemerintah hadir di Papua untuk membantu masyarakat melalui program-program pemerintah yang dibawa. Karena itu, para tokoh adat harus menjadi payung bagi kehadiran aparat pemerintah di tengah masyarakat,” ujar Nikodemus.

Senada, Ondoafi Kampung Kwadeware, Nikson Marweri, menyayangkan terjadinya penembakan terhadap tiga warga sipil di Distrik Muliama. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan keamanan di Papua serta menjaga situasi agar tetap kondusif.

Nikson juga meminta kepolisian meningkatkan patroli di wilayah yang dinilai membutuhkan penguatan pengamanan. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah terjadinya aksi kekerasan terhadap warga sipil.

Sementara itu, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Deiyai, Bernard Pekei, mengimbau seluruh masyarakat adat di 67 desa atau kampung di wilayahnya untuk mendukung program pemerintah pusat serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.

“Saya mengimbau seluruh masyarakat adat untuk mendukung program pemerintah pusat serta menjaga keamanan dan ketertiban di daerah kita masing-masing. Jangan kita samakan kondisi di daerah kita dengan isu-isu yang berasal dari luar kabupaten. Mari kita bersama-sama menciptakan Kabupaten Deiyai yang aman dan damai,” ujar Bernard.

Bernard juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh berbagai isu dari luar daerah. Ia menegaskan bahwa tindakan seperti pembunuhan, pemerkosaan, pemaksaan, maupun perbuatan yang bertentangan dengan hukum dan nilai adat tidak boleh terjadi di wilayah Deiyai.

Post Comment